Trainspotting

Sinopsis Film Trainspotting

Sayangnya, individu-individu yang tinggal di dalamnya tak selalu seiya sekata dengan masyarakat tempatnya tinggal. Selisih paham antara individu dan masrakat berpotensi menjadi konflik utama penggerak ceritamu. Biasanya, film dengan konflik seperti ini akan menampilkan karakter yang merasa diberikan beban atau tuntutan dari masyarakat, yang ia tak pahami. Tidak banyak yang memasukan kekuatan supranatural pada daftar ini. Akan tetapi, berhubung film horor semakin marak, dan kita tinggal di negara yang memiliki aneka ragam urusan klenik, maka kami rasa cukup penting ukut mengikutsertakan jenis ini.

Meskipun pemirsa akan malu oleh beberapa hal yang terjadi di layar-dicatat secara baik-baik menyelam ke dalam toilet Umum paling hina di Skotlandia, misalnya-adegan ini semua membuat seni _perfect sense_ dalam konteks dari sebuah cerita hebat. Untuk menghargai _traintspoting_ sepenuhnya, penonton harus meninggalkan prasangka tentang apa yang benar-benar mendefinisikan bioskop besar, karena movie ini menentang konvensi di hampir setiap kesempatan. Dan dengan cepat laju plot, yang cukup sedikit tanah untuk menutupi. Saat Renton dan rekannya mengingat masa muda mereka yang lebih hedonistik, Boyle dengan cerdas memasukkan potongan dari movie 1996, dan mengirimkan berbagai karakter itu dalam perjalanan sentimental ke lokasi-lokasi yang paling dikenang. Jika sulit untuk menonton T2 tanpa mengingat bagaimana jauh lebih baiknya Trainspotting, movie ini punya kebesaran hati untuk mengakui penurunan kualitas tersebut.

Seperti yang tertulis di sinopsisnya, T2 Trainspotting menceritakan kehidupan four karakter utamanya selang 20 tahun. Dari Spud yang telah mencoba keras untuk tidak kembali ketagihan akan medication, namun kehidupannya yang berantakan memaksa kembali dirinya untuk mencoba kembali. Simon masih tidak bisa lepas akan ketergantungannya pada kokain, sembari mencari calon korban yang bisa diperas dan membuka pub tua milik bibinya. Mark Renton yang notabenenya pelaku utama dalam menyengsarakan kehidupan tiga temannya, memiliki pekerjaan dan keluarga di Amsterdam berkat uang yang ia bawa lari.

Penampil adalah dibombardir dengan gambar yang melampaui ketidaknyamanan dalam horor mereka-movie ini berisi dua yang paling grafis, adegan mengerikan yang pernah saya temui. Tapi, luar biasa, tidak satupun elemen ini digunakan hanya untuk nilai shock.

Ada banyak konflik yang belum bisa dijelaskan oleh ilmu pengethauan dan nalar logika, semua konflik di luar ini, dapat dikategorikan sebagai kekuatan supranatural. Sebagai sebuah movie bertemakan narkoba, Trainspotting juga tampak tak melarikan diri dari tanggung jawab sosialnya secara ethical, terma yang sebenarnya agak berlebihan jika kita sedang membicarakan karya seni. Ketika dalam sebuah adegan komikal, Renton rela masuk ke dalam kloset duduk penuh bercak tahi milik The Worst Toilet in Scottland demi mengambil sebutir ekstasi, kita akan sadar bahwa kegilaan semacam itu tak perlu dilakukan dalam hidup.

Mark pun mencoba untuk berbaikan dengan dua temannya, yaitu Simon dan Spud, tanpa menyadari Frank siap hadir sebagai mimpi buruknya. Kisahnya jauh lebih luas, dimana T2 Trainspotting seolah bagaikan aftermath panjang bagi tiap karakter.

Suatu hari selepas dari sakaw yang ia alami dan mempertimbangkan banyak hal, Renton memutuskan untuk mencoba menghentikan adiksinya terhadap heroin. Dari tulisan diatas, terlihat bahwa Trainspotting benar-benar mengeksplorasi teman adiksi narkoba yang pada akhirnya akan berujung pada berbagai konflik dan dampak-dampak yang terjadi pada para penggunanya. Ini tidak hanya drama tentang para pecandu narkoba, namun juga horror yang menimpa mereka, bahkan komedi hitam tentang adiksi narkoba. Trainspotting dirangkum dengan begitu lengkap dalam menghadirkan berbagai macam konfliknya.

Film Terbaik Danny Boyle

Konflik yang paling sering terjadi di muka bumi ini adalah antara manusia melawan manusia itu sendiri. Film-movie superhero kerap menggunakan konflik seperti ini untuk merepresentasikan sifat buruk manusia yang serakah dan oportunis. Akan tetapi, tidak hanya movie superhero yang kerap menggunakannya, movie-film drama pun juga kerap menggunakannya. Manusia vs Manusia juga kerap digunakan untuk merepresentasikan superhero vs villain, baik vs buruk, dsb.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button